Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali
Sekitar 15 tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya menyukai olah raga bulutangkis. Saya bahkan bergabung di salah satu klub bulutangkis dan sempat beberapa kali mengikuti kejuaraan daerah. Prestasi saya di klub bisa dibilang bagus walaupun bukan yang terbaik. Namun setiap pertandingan yang saya ikuti berakhir dengan kekalahan tragis di babak awal, padahal lawan mainnya tidak lebih baik dari partner latihan saya di klub. Hal itu terus berulang dan membuat saya jengkel sekali. Bahkan pelatih pun sampai naik darah memarahi karena saya dianggap tidak serius bertanding.
Sebenarnya bukannya saya tidak serius tapi nafsu saya mengalahkan akal sehat sehingga ketika bertanding yang ada hanyalah emosi tinggi untuk meraih kemenangan, popularitas, kebanggaan dan pamer kepada teman dan orang tua. Ketika lawan berhasil meraih angka, saya menjadi marah. Apalagi jika melihat muka lawan yang jelek tersenyum-senyum, akan makin menambah gregetan. Nafsu dan amarah tersebut lah yang telah menguras energi dan mengganggu pikiran saya. Akibatnya, otak tidak dapat berpikir dengan tenang, strategi kacau, gerak dan langkah berantakan, pukulan pun melenceng. Singkat kata performance saya jadi memble.
Berbeda ketika sedang berlatih di klub. Saya tidak memiliki beban untuk meraih kemenangan karena tidak ada gelar dan piala yang diperebutkan. Lawan mainnya pun teman saya sendiri dan kami bermain sambil tertawa-tawa. Pertandingan menjadi suatu permainan yang mengasyikkan. Saya merasa sedang having fun, bukan bertanding. Dengan perasaan ‘lepas’ seperti itu, kemampuan terbaik saya keluar dengan sendirinya. Strategi dapat saya pikirkan dengan tenang, langkah dan pukulan pun jadi mantap dan presisi.
Masih ingat konsep tentang cara bekerjanya pikiran? Ketika anda menganggap hidup / pekerjaan sebagai beban, itulah yang akan terjadi. Jadi saran saya, ketika anda bangun di pagi hari, bangunlah dengan perasaan optimis dan antusias seakan anda hendak bermain hari itu. Hidup adalah sebuah lapangan bermain yang sangat luas, jadi bermainlah dengan pekerjaan anda dan bekerjalah dengan permainan anda.
Written by : Handoko
Tuesday, April 10, 2007
11. Bekerja sambil Bermain
Posted by
Handoko
at
3:32 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship
10. Be Your Self
Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali
Ketika jatuh dalam kegagalan, saya yakin kebanyakan dari anda akan mengkhawatirkan apa yang akan dikatakan oleh orang-orang di sekitar anda. Saudara, teman sekantor atau lingkungan pergaulan anda, bisa menjadi generator semangat ketika hendak memulai sesuatu. Namun, mereka juga bisa menjadi tambahan beban seberat 1 ton ketika anda gagal.
Ketahuilah bahwa anda tidak bisa menyenangkan setiap orang. Ketika anda selalu khawatir tentang apa yang orang-orang katakan, sebenarnya anda sedang hidup di dalam dunia mereka. Hidup anda tak ubahnya seperti seorang budak yang dirantai lehernya. Tugas anda hanya menyenangkan majikan dan setiap kali hendak melangkah ke arah yang diinginkan, leher anda ditarik dan kembali ketempat semula.
Sadarlah bahwa hidup anda adalah milik anda sendiri. Nasib anda, anda sendiri lah yang menentukan. Jangan hidup dibawah bayang-bayang orang lain. Percayalah, anda hanya akan menuai kritik tapi tidak mendapatkan bantuan apa-apa. Jadi jangan terlalu khawatir orang lain akan menuding anda ini dan itu selama yang anda lakukan adalah hal yang benar. Fokuslah pada apa yang harus dilakukan untuk merubah keadaan dan lakukanlah. Jangan biarkan orang-orang disekeiling anda menjadi batu sandungan. Lepaskan rantai di leher dan larilah meraih apa yang anda inginkan. Tidak ada yang lebih baik selain menjadi diri anda sendiri.
Written by : Handoko
Posted by
Handoko
at
3:30 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship
9. Kekuatan Pikiran
Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali
Manusia memiliki 2 unsur didalam diri yang berperan dalam kehidupannya yaitu unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca inderanya, sedangkan unsur non fisik adalah pikiran anda. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung. Seperti halnya tubuh tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.
Cara Pikiran Bekerja
Anda mungkin tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri anda adalah hasil dari apa yang ada di pikiran anda. Tubuh anda hanyalah menjalankan perintah dari pikiran yang kemudian akan direspon oleh alam semesta dengan feedback yang sama. Jika anda melakukan sesuatu yang positif, alam semesta akan memberikan feedback yang positif pula. Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta juga akan memberikan feedback yang negatif. Pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa melakukan sesuatu yang positif jika perintah yang keluar dari pikiran anda adalah negatif. Tidak mungkin bukan? Dengan kata lain, pikiran lah yang menguasai tubuh.
Saya yakin anda pasti tahu permainan Tetris. Pikiran manusia sama seperti permainan tersebut. Setiap input yang dimasukkan kedalamnya akan membentuk sebuah lapisan yang akan menumpuk terus menerus. Lapisan yang sama akan saling tarik menarik dan akan berkumpul menjadi satu kelompok lapisan. Lapisan-lapisan yang berasal dari input yang negatif akan membentuk kelompok lapisan negatif. Sedangkan lapisan-lapisan yang berasal dari input yang positif akan membentuk kelompok lapisan positif. Setiap input baru yang masuk kedalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian, ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, pesimis, minder.
Nah, sekarang bisakah anda bayangkan bahwa jika anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran, maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran anda. Dan karena jenisnya sama, tanpa disadari anda juga sedang menarik semua energi negatif dari alam semesta kedalam diri anda. Oleh sebab itu, janganlah heran jika kemudian kehidupan anda hanya berisi masalah, rintangan, keributan dan kegagalan. Jadi tugas anda adalah memastikan bahwa yang masuk kedalam pikiran anda hanyalah hal-hal yang positif. Bahkan lebih jauh lagi anda perlu memasukkan hal-hal yang optimis ke dalam pikiran anda. Dengan pikiran dan cara pandang yang optimis, segala hal yang anda lakukan akan anda kerjakan dengan positif dan penuh percaya diri. Alhasil, seluruh alam semesta pun akan mendukung anda untuk mewujudkannya. Tanpa sadar, anda sedang menarik semua energi positif yang ada diluar kedalam diri anda. Kalau sudah demikian, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah suatu hal yang mustahil.
Menjadi Majikan Dari Pikiran Anda Sendiri
Pikiran manusia sangatlah rapuh dan mudah goyah. Kalau diibaratkan, pikiran kita seperti nyala api lilin ditengah-tengah hembusan angin yang datang dari berbagai arah. Tugas kita adalah menjaga agar nyala api lilin tersebut tidak goyah oleh hembusan angin. Oleh karena itu, pikiran haruslah diperkuat. Memperkuatnya yaitu dengan cara memasukkan hanya hal-hal yang positif secara terus menerus. Seperti halnya tubuh membutuhkan makanan yang bergizi agar bisa tumbuh sehat, begitu juga pikiran membutuhkan hal-hal yang positif sebagai makanannya supaya bisa berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi diri anda. Di sisi lain, seperti halnya racun akan membuat tubuh lemah dan tak bertenaga, begitu juga hal-hal negatif akan membuat pikiran anda menjadi lemah dan tidak dapat memberikan solusi yang baik.
Pikiran yang kuat akan mudah untuk dikendalikan. Seekor anjing yang belum dijinakkan akan menjadi buas, menggigit dan hanya memberikan masalah bagi tuannya. Namun jika sudah dijinakkan, dia tidak hanya akan menjadi anjing penurut tetapi juga berguna untuk membantu dan melindungi tuannya. Begitu juga dengan pikiran, jika anda tidak dapat menjinakkannya maka anda lah yang akan dikendalikannya dan dia hanya akan memberi anda masalah. Namun jika anda sudah dapat menjinakkan dan mengendalikannya, maka pikiran anda akan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang anda hadapi.
Memprogram Ulang Pikiran
Jika anda sudah mengetahui bahwa apa yang anda masukkan di dalam pikiran anda dapat terjadi, bukankah anda ingin memasukkan sesuatu yang ingin anda capai kedalam pikiran anda supaya dapat benar-benar terwujud?
Seorang sahabat saya, Krisnawan Putra, sudah membuktikannya. Setelah beberapa saat refreshing dari kepenatan pekerjaannya, suatu hari saat bangun pagi dia meyakinkan dirinya bahwa hari itu dia akan memulai lagi aktivitasnya dan pasti akan menerima banyak tawaran kerjasama. Sungguh luar biasa hasilnya, sepanjang hari itu 5 proyek langsung mengalir.
Jangan pernah meremehkan kekuatan pikiran anda. Jika anda saat ini tengah depresi dan menganggap diri anda adalah orang yang gagal, hati-hatilah karena pikiran anda akan mewujudkannya menjadi kenyataan. Jika anda saat ini merasa bahwa nasib anda sudah berakhir dan anda tidak bisa keluar dari masalah yang dihadapi, hati-hatilah karena itulah yang akan terjadi pada diri anda. Rubahlah cara anda melihat sesuatu. Tanamkanlah bahwa selalu ada sisi positif dalam setiap kejadian, dan gunakanlah sisi itu. Thomas Alva Edison harus mencoba berkali-kali sampai akhirnya dia berhasil menciptakan lampu. Namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia gagal. Dia selalu mengatakan : “I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.” Saya tidak gagal tetapi justru menemukan 10.000 cara yang tidak benar.
Saya menyarankan anda untuk memprogram ulang pikiran anda mulai dari sekarang. Katakan dan tanamkan di pikiran anda hal-hal yang ingin anda raih. Bayangkan anda telah berhasil melalui masalah yang sedang anda hadapi dan betapa anda merasakan kegembiraannya. Pikirkan hal-hal yang akan anda lakukan ketika semuanya telah ada di genggaman anda. Tanamkan di pikiran bahwa anda saat ini sedang menuju kesana dan akan berhasil. Bila perlu, anda bisa juga menyuarakannya dengan mulut anda sambil membayangkannya. Yang perlu diingat, gunakanlah bentuk kalimat yang positif. Misalnya, katakanlah “Saya adalah orang yang berhasil”. Jangan gunakan kalimat “Saya bukan orang yang gagal.” Berkacalah di cermin setiap pagi sebelum memulai hari anda, dan katakanlah :
- Tuhan sangat menyayangi saya.
- Hari ini saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.
- Hari ini saya akan menghasilkan banyak hal baru.
- Saya akan menjadi orang berhasil.
- Saya akan meruntuhkan semua rintangan yang ada.
- Saya akan berhasil melewati semua masalah ini.
- Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jadi jika orang lain bisa, saya juga bisa.
Dengan memprogram ulang pikiran anda dengan hal-hal yang positif dan optimis, anda telah menggeser dominasi lapisan-lapisan negatif yang ada didalam pikiran anda. Kemudian, anda akan melihat dan merasakan begitu besar energi positif yang anda tarik disekeliling anda yang akan benar-benar mewujudkan apa yang ingin anda raih.
Written by : Handoko
Posted by
Handoko
at
3:29 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship
8. Switch And Upgrade. Be The New You
Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali
Dengan produktifitas yang menurun dan cenderung stagnan, manfaatkan waktu luang anda seefektif mungkin. Anggap saat ini sebagai masa reses. Pergunakan waktu yang ada untuk memperkuat persenjataan anda. Ibarat mesin mobil, diri anda yang lama sudah tidak kompetitif lagi. Anda perlu melakukan tune up, bahkan kalau perlu mengganti mesin anda dengan horse power yang lebih besar. Lengkapi dengan sistem pendingin yang lebih baik dan tambahkan nitro untuk mendapatkan top speed yang lebih dahsyat. Ketika nanti bel pertandingan dibunyikan, kembalilah ke arena dengan kejutan baru.
Daripada mempertahankan pengeluaran yang tidak perlu untuk membiayai
Pertama, gali dan temukan terlebih dahulu apa core competen anda sebenarnya. Apakah anda sudah berada di bidang yang tepat? Kalau belum, mungkin itu salah satu penyebab anda tersingkir di dalam persaingan. Seekor hiu yang ganas sekalipun dapat dikalahkan oleh seekor kelinci jika bertarung di daratan. Jadi, jika anda merasa core competen anda belum pas, mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk pindah ke jalur yang lebih sesuai dengan kemampuan anda. Namun jka anda sudah berada di core competen yang benar, berarti anda perlu meng-upgrade kemampuan anda.
Jangan mencari alasan bahwa anda tidak akan bisa memiliki kemampuan yang disyaratkan. Kemampuan manusia jauh melampaui yang diperkirakan, jadi jangan pernah membatasi kemampuan anda. Seseorang yang sedang terdesak, dilluar perkiraannya akan mampu melompati tembok yang jauh lebih tinggi. Profesor Yohanes Surya menyebut fenomena ini dengan istilah Mestakung ( Alam Semesta Mendukung ). Saya pribadi percaya bahwa kita bisa karena biasa. Jadi kalau ada hal-hal yang tidak bisa anda lakukan, solusinya mudah. Mulailah melakukannya dan biasakanlah.
Ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan. Anda bisa mendapatkannya dengan mengikuti kursus / workshop, seminar, bahkan anda bisa mendapatkan banyak hal baru dengan membaca buku. Bicara mengenai buku, saya sangat prihatin melihat betapa minat baca masyarakat kita sangat rendah. Padahal banyak sekali informasi dan pengetahuan baru yang bisa kita dapatkan hanya dengan membaca buku. Jika ada yang beralasan bahwa seminar dan kursus membutuhkan biaya yang sangat mahal dan lokasi yang tidak menunjang, maka harga buku sangatlah murah dan mudah sekali untuk mendapatkannya. Bahkan sekarang ini banyak situs-situs di internet yang menyediakan artikel-artikel yang bagus untuk dipelajari dan anda bisa mendapatkannya secara gratis. Tapi tentu saja itu semua tidak ada gunanya jika anda tidak mau membacanya. Saya jadi teringat nasihat seorang guru waktu di Sekolah Dasar. Dia mengatakan bahwa seseorang yang tidak pernah membaca buku-buku yang bagus tidak lebih pintar dari mereka yang buta huruf. Jadi pertanyaannya bukanlah bisa atau tidak, tapi apakah anda mau atau tidak.
Yang manapun yang anda lakukan, pastikan anda kembali bangkit dengan modal kemampuan, pribadi dan cara pandang yang lebih baik. Anda bukanlah anda yang dulu. Be the new you!
Written by : Handoko
Posted by
Handoko
at
3:29 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship
7. Jangan Ragu Meminta Pertolongan
Serial Resurretion - Gagal dan Bangkit Kembali
Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada yang dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Satu sama lain saling membutuhkan, oleh karena itu satu sama lain juga harus saling membantu. Anda boleh percaya diri dan yakin akan kemampuan yang anda miliki, tapi toh anda tetap membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya. Lebih celaka lagi kalau anda justru minder atau malahan ego anda terlalu tinggi untuk meminta tolong kepada orang lain.
Krisis nuklir di Korea Utara belakangan ini adalah contoh yang memprihatinkan. Uji coba nuklir yang dilakukannya awal Oktober silam membuat khawatir negara-negara di kawasan
Percayalah, anda tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Untuk itu anda harus memberitahu seseorang tentang masalah anda, karena kalau tidak jangan harap ada orang yang tahu bahwa anda membutuhkan pertolongan. Yakinlah ada banyak orang yang bersedia menolong anda dengan tulus, karena hanya orang ‘kerdil’ dan munafik yang tidak mau membantu orang lain. Namun, tentunya ada batasan-batasan dalam meminta tolong. Jangan mentang-mentang ada yang mau mengulurkan tangan lalu malah menjadi benalu dan memanfaatkannya habis-habisan. Anda sendirilah yang tahu mana yang mampu anda hadapi sendiri dan mana yang membutuhkan bantuan orang lain. Dalam hal ini, tanggung jawab anda dituntut. Artinya, peran yang lebih besar ada dipundak anda sendiri dan belajarlah untuk tidak menerima segala sesuatu dengan gratis. Dalam bentuk apapun pertolongan tersebut, anda harus memiliki komitmen untuk mengembalikannya, bahkan kalau bisa lebih dari yang telah anda terima. Itulah wujud dari rasa terima kasih dan tahu membalas budi.
Saya pribadi percaya ada banyak orang di luar
Written by : Handoko
Posted by
Handoko
at
3:28 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship
6. Cintailah Diri Anda
Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali
Seorang nahkoda yang handal tidak hanya memperhatikan keadaan cuaca dan gelombang air yang terus menghantam kapal karena semua itu diluar kendalinya. Sebaliknya, dia akan berusaha mengkoordinasikan awak kapalnya, menjaga keseimbangan kapal, arah kemudi, layar, beban barang-barang dan hal-hal lain yang bisa dia kendalikan untuk dapat bertahan dalam badai tersebut. Begitu juga ketika badai kegagalan menerpa, jangan sampai rasa takut yang besar membuat perhatian anda tersita oleh hal-hal diluar diri yang sebenarnya tidak dapat anda kendalikan.
Ada banyak hal yang berada di bawah kendali anda yaitu hal-hal yang ada didalam diri anda.
Fisik Dan Psikis
Hal paling mendasar yang dapat dan perlu anda kendalikan adalah kondisi fisik dan psikis. Anda memang telah salah melangkah dan mengambil keputusan tetapi tidak berarti anda boleh merusak diri anda sendiri sebagai pelampiasan kekecewaan anda.
Jika kondisi fisik anda tidak menunjang, jangankan bangkit, bertahan saja akan sangat sulit. Apalagi jika secara psikis anda juga tidak sehat. Slogan “Men
Keuangan
Ada seorang sahabat saya yang makin terpuruk dalam krisis yang dihadapinya hanya karena dia tidak ( mau ) merubah
Written by : Handoko
Posted by
Handoko
at
3:27 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship
5. Peluang Ada Di Luar
Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali
Kebalikan dari si extrovert, mungkin anda malah termasuk introvert.
Menjaga jarak dan membatasi komunikasi dengan orang lain juga akan makin mempersempit peluang anda. Ketakutan kita seringkali hanyalah perasaan semu saja. Pada kenyataannya orang-orang yang anda temui sebenarnya juga tidak mengetahui apa yang terjadi pada diri anda, kecuali anda menemui sekelompok paranormal.
Oleh karena itu tetaplah bersosialisasi, bahkan saya menyarankan untuk menambah kegiatan anda. Tetaplah mengunjungi teman-teman anda. Justru mereka akan bertanya-tanya jika anda tiba-tiba menjauh. Ikutilah kegiatan sosial di lingkungan atau bergabunglah dengan organisasi yang anda rasa cocok. Semua ini perlu untuk membuka pikiran, menambah wawasan, memperluas networking dan menemukan peluang baru. Harus diakui, di kondisi yang makin kompetitif saat ini, peluang makin sulit ditemukan. Namun, peluang selalu ada dan peluang itu ada di luar
Tinggikan ‘antene’ anda untuk meraih informasi-informasi yang ada disekeliling anda. Cobalah untuk lebih peka melihat apa yang ada disekitar anda, bahkan apa yang tidak ada disekitar anda. Tetaplah update dengan informasi / trend terbaru mengenai apa saja, dimana saja dan kapan saja, karena anda tidak akan pernah tau kapan peluang itu tiba-tiba muncul di depan anda.
Written by : Handoko
Posted by
Handoko
at
3:26 PM
|
Labels: Motivation, Selfpreneurship









